Kamis, 24 Februari 2011

tali jagat

DI tengah ketatnya persaingan industri rokok, Bentoel Group ternyata berhasil membukukan pendapatan yang lumayan besar. Mencapai Rp 2,8 triliun pada semester pertama tahun ini. Kalau dihitung meningkat 37 persen dibandingkan semester pertama pertama tahun lalu. Yang menarik, peningkatan kinerja ini justru diperoleh dari sigaret kretek tangan (SKT) yakni Bentoel Sejati.
Dari data Bentoel Group, segmen Sejati tumbuh paling besar dibandingkan produk lainnya. Mencapai 50 persen. Atau tumbuh sebesar 3,7 miliar batang. Ini berbeda dengan semester tahun lalu yang hanya 2,46 miliar batang. Menurut Corporate Secretary Bentoel, Satrija Budi Wibawa, posisi rokok Sejati kini sudah sejajar dengan ‘musuh-musuhnya’ seperti Dji Sam Soe, Djarum 76 dan Gudang Garam Merah. Padahal, sejak diluncurkan beberapa waktu lalu, rokok tersebut nyaris tidak terdengar. Kini, dimodali dengan promo iklan Sejati yang gencar, penjualan Sejati bahkan melewati penjualan rokok Bentoel sendiri.
Saat ini, untuk memantapkan posisinya atau penetrasi pasar, melalui beberapa anak perusahaan, dibuatlah pabrik PT Bintang Bola Dunia di Desa Ngadilangkung, Kepanjen. Pabrik yang masuk dalam delapan proyek Bentoel tersebut, digunakan untuk memproduksi rokok merek Tali Jagat. “Beberapa strategi dan fokus pada peningkatan kinerja bakal dilakukan di paruh kedua tahun ini. Bentoel Group sudah menyiapkan langkah antisipasi guna penetrasi pasar yang cenderung meningkat dengan mempersiapkan beberapa pusat produksi, salah satunya untuk Tali Jagat ini,” terang Satrija.
Khusus pabrik di Karanglo 2, kawasan dengan total 7,3 hektar tersebut akan menjadi tempat produksi rokok sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM). Perinciannya, PT Suburaman memproduksi SKM dan SPM dengan total kapasitas produksi 2 miliar batang per tahun, PT Lestariputra Wirasejati dengan total kapasitas 3,1 miliar batang per tahun dan PT PDI Tresno dengan kapasitas produksi 7,6 miliar batang per tahun.
Sementara itu, selain SKT, pasar rokok SKM reguler juga mengalami peningkatan. Bentoel Biru meningkat 35 persen dengan 0,54 miliar batang serta segmen SKM mild naik 3,52 miliar batang atau 24 persen dari tahun sebelumnya. Kondisi berbalik malah dihadapi brand Country yang justru turun 35 persen atau 0,87 miliar batang dibandingkan tahun lalu.
Untuk mendukung kinerja ini, Bentoel Group meluncurkan logo baru bergambar dia ekor singa yang mengapit sebuah mahkota dan perisai bergambar talas. Peluncuran logo ini didasari atas semangat kesatuan dan komitmen bersama dari seluruh kelompok usaha Bentoel untuk mengembalikan kejayaan Bentoel sebagai perusahaan yang dominan di industri rokok Indonesia. (marga nurtantyo)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar